Leave a comment

1. Ciri – Ciri Makhluk Hidup

Perhatikan lingkungan sekitarmu. Disana terdapat berbagai macam makhluk hidup. Makhluk hidup mempunyai ciri yang membedakan dengan makhluk tidak hidup. Makhluk hidup mempunyai cara hidup, ukuran, bentuk, dan tempat tinggaltertentu. Apa saja ciri – ciri makhluk hidup ? Berikut ini merupakan penjelasan mengenai ciri – ciri makhluk hidup.

Kegiatan yang dilakukan oleh manusia, hewan, dan tumbuhan tidak sama. Tetapi gejala yang ditunjukkan oleh manusia, hewan, dan tumbuhan sama. Gejala atau ciri yang ditunjukkan oleh makhluk hidup antara lain sebagai berikut.

1.  Bernapas (Respirasi)

Bernapas merupakan pengambilan proses pengambilan oksigen dari udara bebas serta melepaskan karbon dioksida dan uap air. Oksigen dihirup digunakan untuk oksidasi zat makanan di dalam tubuh agar diperoleh energi yang digunakan untuk aktivitas hidup. Sedangkan sisa oksidasi berupa karbon dioksida dan uap air dikeluarkan bersama udara yang dihembuskan ketika bernapas.

2.  Peka terhadap Rangsang (Iritabilitas)

Hewan dan manusia mempunyai indera. Melalui indera inilah hewan dan manusia mengetahui rangsangan dari lingkungannya. Tahukah kamu indera pada manusia? Manusia mempunyai lima indera pokok yang disebut panca indera, yaitu mata yang peka terhadap rangsangan cahaya, telinga peka terhadap rangsangan suara, hidung peka terhadap rangsang bau, lidah peka terhadap rangsangan rasa, dan kulit yang peka terhadap rangsangan sentuhan, tekanan, panas, dingin, dan rasa sakit. Pada hewan, ayam ketika fajar menyingsing akan berkokok.

Jika kamu menyentuh daunnya, maka daun itu akan segera menutup. Sesungguhnya semua tumbuhan peka terhadap rangsangan seperti air, mineral, cahaya matahari, gravitasi, dan kelembapan.

3. Bergerak

Manusia, hewan, dan tumbuhan semuanya melakukan gerakan. Bergerak merupakan perubahan posisi, baik seluruh tubuh atau sebagian. Hal ini disebabkan oleh adanya tanggapan terhadap rangsang. Gerak pada manusia dan hewan mudah diamati. Selain itu gerak pada manusia dan hewan dapat menyebabkan berpindah tempat sehingga disebut gerak aktif. Gerak tumbuhan sangat lambat dan tidak mengakibatkan perpindahan tempat sehingga disebut gerak pasif.

4. Memerlukan Makanan (Nutrisi)

Setiap makhluk hidup memerlukan makanan atau nutrisi untuk mempertahankan hidup, menghasilkan energi, dan pertumbuhan. Dalam memperoleh makanan makhluk hidup mempunyai cara yang berbeda –  beda. Manusia dan hewan tidak dapat membuat makanan sendiri, tetapi tergantung pada makhluk hidup lainnya atau heterotrof.Tumbuhan berhijau daun mempunyai klorofil yang dapat digunakan untuk membuat makanan sendiri dengan fotosintesis atau autrotof.

5.  Mengeluarkan Zat Sisa (Ekskresi)

Setiap makhluk hidup mengeluarkan zat sisa agar tidak membahayakan dan meracuni tubuhnya. Alat ekskresi pada manusia berupa paru-paru, kulit, ginjal, dan anus. Paru-paru mengeluarkan zat sisa berupa karbon dioksida dan uap air. Kulit mengeluarkan zat sisa berupa keringat yang terdiri dari air, urea, dan garam. Ginjal mengeluarkan zat sisa berupa urin yang terdiri dari air, garam, dan urea. Anus merupakan poros sistem pencernaan yang mengeluarkan zat sisa berupa tinja, air, dan garam. Ekskresi adalah proses pengeluaran sisa-sisa metabolisme tubuh. Tumbuhan mengeluarkan zat sisa melalui stomata.

6. Tumbuh dan Berkembang

Pertumbuhan merupakan proses pertambahan jumlah dan berat kering sel makhluk hidup, yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke keadaan semula). Misalnya dari tubuhmu yang bertambah tinggi dan tidak akan kembali menjadi pendek lagi. Pertumbuhan pada makhluk hidup bersel satu (uniseluler) ditunjukkan dengan bertambahnya volume danukuran sel. Pertumbuhan pada makhluk hidup bersel banyak (multiseluler) terjadi karena jumlah sel bertambah banyak dan ukuran sel bertambah besar. Sel dapat bertambah banyak karena sel mengalami proses pembelahan. Akibat dari pertumbuhan adalah bertambah tinggi dan berat badan seorang anak, dan bertambah panjangnya ukuran batang.

Pertumbuhan pada manusia dan hewan bersifat terbatas, artinya hanya tumbuh sampai usia tertentu dan sesudah itu pertumbuhannya akan berhenti. Sedangkan pertumbuhan pada tumbuhan umumnya tidak terbatas, artinya tumbuhan akan selalu tumbuh selama hidupnya.

7. Berkembang Biak (Reproduksi)

Berkembang biak adalah menghasilkan keturunan. Untuk melestarikan makhluk hidup mempunyai kemampuannya yaitu dengan cara berkembang biak atau reproduksi. Cara berkembangbiak sebagai berikut :

  1. Secara kawin/generatif, yaitu perkembangbiakan yang melibatkan sel telur dan sel sperma.
  2. Secara tak kawin/vegetatif, yaitu perkembangbiakan yang tidak melibatkan sel telur dan sel sperma, melainkan melibatkan sel tubuh.

8. Adaptasi

Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan untuk mempertahankan diri. Terdapat tiga macam adaptasi, yaitu:

1. Adaptasi morfologi, yaitu penyesuaian diri terhadap alat-alat tubuhnya.

Contoh: burung elang mempunyai kuku yang tajam untuk menerkam mangsa. Bunga teratai mempunyai daun yang lebar untuk memperluas bidang penguapan.

2. Adaptasi fisiologi, yaitu penyesuian diri terhadap lingkungan dengan fungsi alat-alat tubuh.

Contoh : Manusia menambah jumlah sel darah merah bila berada di pegunungan. Kotoran unta kering , tetapi urinenya kental.

3. Adaptasi tingkah laku, yaitu penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan tingkah lakunya.

Contoh: Bunglon mengubah warna tubuhnya, ikan paus muncul ke permukan secara periodik.

untuk mengetahui penjelasan lebih lengkap Klik Disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: