Leave a comment

MODEL PEMBELAJARAN

Dalam proses pembelajaran, model pembelajaran yang diberikan oleh guru merupakan salah satu faktor yang sangat penting agar tercapainya tujuan pembelajaran. Dalam model pembelajaran seorang guru dituntut untuk dapat menganalisa materi yang cocok denganmodel pembelajaran yang akan digunakan. Karena tidak semua model pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan oleh guru. Sehingga materi yang disampaikan oleh guru dapat dipahami siswa dengan mudah.

Model pembelajaran yang umumnya digunakan ada tiga macam antara lain, DI (Direct Instruction), CL (Cooperative Learning), dan PBL (Problem Based Learning).

DI atau disebut juga pembelajaran langsung berlandaskan teori belajar sosial dengan pemodelan tingkah laku modeling yang menghasilkan CTL (contextual learning). Teori belajar sosial ini dikemukakan oleh Albert Bandura. Dalam DI terdapat 5 fase utama sintaks (tahapan pembelajaran). Lingkungan belajar dan sistem pengelolaan memerlukan perencanaan dan pelaksanaan dari guru. Pembelajaran berpusat pada guru. Hasil belajar siswa menghasilkan pengetahuan yang prosedural, pengetahuan deklaratif sederhana, dapat mengembangkan keterampilan belajar sehingga strategi – strategi belajar muncul. Berikut ini adalah contoh pembelajaran langsung.

Model pembelajaran selanjutnya yaitu CL (Cooperative Learning). Landasan teoritik dari CL  atau pembelajaran kooperatif berpusat pada teori belajar konstruktivis yang dikemukakan oleh Vygotsky. Teori ini mempunyai hakekat kultural yang dapat menghasilkan learning community. Teori ini juga menghasilkan CTL (contextual learning). Dalam pembelajaran kooperatif terdapat enam fase utama sintaks. Lingkungan belajar dan sistem pengelolaan berdasarkan proses demokrasi dan peran aktif siswa. Proses pembelajaran berpusat pada siswa, siswa belajar dalam kelompok kecil dengan tingkat kemampuan yang berbeda. Dari model pembelajaran kooperatif terdapat dua hasil belajar siswa, hasil belajar akademik dan keterampilan sosial. Hasil belajar akademik siswa mampu memahami konsep – konsep sulit. Dalam keterampilan sosial siswa mampu menguasai keterampilan kooperatif. Berikut ini merupakan salah satu contoh pembelajaran kooperatif.

Model pembelajaran yang terakhir yaitu PBL (Problem Based Learning) atau sering disebut juga pembelajaran berdasarkan masalah. Landasan teoritik model pembelajaran ini berdasarkan teori belajar kontruktivis mengenai belajar penemuan yang dikemukakan oleh Bruner. Teori ini akan menghasilkan strategi belajar inquiry yang menghasilkan CL (contextual learning). Model pembelajaran berdasarkan masalah mempunyai lima fase utama tahapan pembelajaran. Lingkungan belajar dan sistem pengelolaan bersifat terbuka, proses demokrasi, dan terdapat peran aktif siswa. Dalam proses ini juga semua siswa bebas mengemukakan pendapat dan norma inquiry terbuka. Dari model pembelajaran berdasarkan masalah menghasilkan hasil belajar siswa , siswa mampu memecahkan masalah (autentik) dan menghasilkan pembelajar yang otonom serta mandiri. Salah satu contoh model pembelajaran berdasarkan masalah terdapat dalam video berikut.

Dengan penggunaan model pembelajaran yang sesuai dengan bahan ajar yang akan disampaikan, kemampuan siswa dapat diasah dan dikembangkan. Bahan ajar atau materiyang disampaikan akan mudah dipahami oleh siswa. Melalui model pembelajaran materi yang disampaikan menjadi lebih efektif dan efisien.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: