Leave a comment

UJIAN “MASALAH” NASIONAL

Ujian Nasional menjadi momok yang menakutkan bagi peserta didik. Dalam waktu kurang dari satu minggu penentuan sekolah selama tiga tahun bagi siswa SMA/MA/SMK/SMALB dan SMP/MTs/SMPLB serta enam tahun bagi siswa SD/MI/SDLB ditentukan kelulusannya. Memang penentuan kelulusan tidak mutlak semua dari Ujian Nasional. Penentuan kelulusan 60% berasal dari nilai Ujian Nasional dan 40% sisanya adalah komponen penyelesaian program pendidikan, serta harus lulus ujian sekolah. Salah satu fungsi Ujian Nasional untuk memetakan tingkat kemampuan siswa terhadap hasil penyelenggaraan pendidikan.

Pro dan kontra mengenai Ujian Nasional menjadi bahasan nasional setiap tahunnya. Banyak pihak yang setuju mengenai adanya Ujian Nasional. Tetapi banyak juga yang tidak setuju dengan adanya Ujian Nasional. Pro kontra yang ada tidak mempengaruhi penyelenggaraan Ujian Nasional. Hal ini dibuktikan masih terselenggaranya Ujian Nasional saat ini.

Ujian Nasional tahun ajaran 2012/2013 untuk tingkat SMA/MA/SMK/SMALB tidak dilaksanakan serempak di berbagai wilayah. Ini menjadi masalah baru dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Tahun – tahun sebelumnya pelaksanaan Ujian Nasional dapat dilaksanakan serempak. Penyebab Ujian Nasional tidak dilaksanakan secara serempak karena masalah distribusi naskah ujian yang tidak tepat waktu. Wilayah yang mengalami keterlambatan distribusi naskah Ujian Nasional berada di luar Jawa. Keterlambatan naskah Ujian Nasioanal membuat siswa dan guru menjadi khawatir.

ujian-nasional-2013

Proses palaksanaan Ujian Nasional 2012/2013 tingkat SMA di salah satu sekolah

Mulai tahun ini pihak perguruan tinggi (PT) dilibatkan dalam Ujian Nasional. Rencananya H-2 Ujian Nasional naskah UN diterima Dinas Pendidikan, kemudian H-1 didistribusikan ke subrayon. Setelah itu hari H pagi didistribusikan ke sekolah – sekolah dengan dikawal oleh pihak kepolisian, perguruan tinggi, dan dinas pendidikan.

Selain itu, Ujian Nasional tahun ajaran 2012/2013 sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Terdapat 20 kode soal dalam setiap ruangan, dengan kata lain setiap siswa mengerjakan soial yang berbeda karena setiap ruang terdapat 20 siswa. Dan setiap soal terdapat barcodenya. Sistem ini untuk mencegah adanya kebocoran soal dan kunci jawaban Ujian Nasional. Dan untuk memperkecil peluang siswa untuk saling mencontek pada saat Ujian Nasional.

Tidak hanya Ujian Nasional pada tingkat SMA/MA/SMK/SMALB saja yang mengalami keterlambatan distribusi naskah ujian. Hal serupa juga terjadi pada tingkat SMP/MTs/SMPLB. Wilayah yang mengalami keterlambatan naskah ujian berada di luar Jawa seperti kasus yang terjadi sebelumnya. Selain itu banyak terjadi ketidaksesuaian naskah soal untuk siswa SMPLB di berbagai wilayah Indonesia. Naskah soal yang seharusnya untuk penyandang tunarungu diterima oleh penyandang tunanetra dan lain sebagainya. Tertukarnya naskah soal tidak hanya terjadi pada seorang siswa saja tetapi terjadi pada beberapa orang siswa di berbagai daerah.

pendataan soal UN) di salah satu kantor Dinas Pendidikan Kabupaten

pendataan soal UN di salah satu kantor Dinas Pendidikan Kabupaten

Berbagai masalah Ujian Nasional yang terjadi tahun ini menyita perhatian publik. Hal ini menjadi masalah nasional. Keterlambatan dan kesalahan naskah ujian merupakan cermin persiapan penyelenggaraan Ujian Nasioanal yang kurang maksimal. Masalah mengenai Ujian Nasional yang terjadi tahun ini sebaiknya harus segera dicari penyebabnya untuk perbaikan penyelenggaraan Ujian Nasional tahun yang akan datang. Persiapan penyelenggaraan Ujian Nasional harus dipersiapkan sebaik mungkin agar Ujian Nasional dapat terlaksana dengan baik dan tidak mengkhawatirkan banyak pihak.

Leave a comment

MODEL PEMBELAJARAN

Dalam proses pembelajaran, model pembelajaran yang diberikan oleh guru merupakan salah satu faktor yang sangat penting agar tercapainya tujuan pembelajaran. Dalam model pembelajaran seorang guru dituntut untuk dapat menganalisa materi yang cocok denganmodel pembelajaran yang akan digunakan. Karena tidak semua model pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan oleh guru. Sehingga materi yang disampaikan oleh guru dapat dipahami siswa dengan mudah.

Model pembelajaran yang umumnya digunakan ada tiga macam antara lain, DI (Direct Instruction), CL (Cooperative Learning), dan PBL (Problem Based Learning).

DI atau disebut juga pembelajaran langsung berlandaskan teori belajar sosial dengan pemodelan tingkah laku modeling yang menghasilkan CTL (contextual learning). Teori belajar sosial ini dikemukakan oleh Albert Bandura. Dalam DI terdapat 5 fase utama sintaks (tahapan pembelajaran). Lingkungan belajar dan sistem pengelolaan memerlukan perencanaan dan pelaksanaan dari guru. Pembelajaran berpusat pada guru. Hasil belajar siswa menghasilkan pengetahuan yang prosedural, pengetahuan deklaratif sederhana, dapat mengembangkan keterampilan belajar sehingga strategi – strategi belajar muncul. Berikut ini adalah contoh pembelajaran langsung.

Model pembelajaran selanjutnya yaitu CL (Cooperative Learning). Landasan teoritik dari CL  atau pembelajaran kooperatif berpusat pada teori belajar konstruktivis yang dikemukakan oleh Vygotsky. Teori ini mempunyai hakekat kultural yang dapat menghasilkan learning community. Teori ini juga menghasilkan CTL (contextual learning). Dalam pembelajaran kooperatif terdapat enam fase utama sintaks. Lingkungan belajar dan sistem pengelolaan berdasarkan proses demokrasi dan peran aktif siswa. Proses pembelajaran berpusat pada siswa, siswa belajar dalam kelompok kecil dengan tingkat kemampuan yang berbeda. Dari model pembelajaran kooperatif terdapat dua hasil belajar siswa, hasil belajar akademik dan keterampilan sosial. Hasil belajar akademik siswa mampu memahami konsep – konsep sulit. Dalam keterampilan sosial siswa mampu menguasai keterampilan kooperatif. Berikut ini merupakan salah satu contoh pembelajaran kooperatif.

Model pembelajaran yang terakhir yaitu PBL (Problem Based Learning) atau sering disebut juga pembelajaran berdasarkan masalah. Landasan teoritik model pembelajaran ini berdasarkan teori belajar kontruktivis mengenai belajar penemuan yang dikemukakan oleh Bruner. Teori ini akan menghasilkan strategi belajar inquiry yang menghasilkan CL (contextual learning). Model pembelajaran berdasarkan masalah mempunyai lima fase utama tahapan pembelajaran. Lingkungan belajar dan sistem pengelolaan bersifat terbuka, proses demokrasi, dan terdapat peran aktif siswa. Dalam proses ini juga semua siswa bebas mengemukakan pendapat dan norma inquiry terbuka. Dari model pembelajaran berdasarkan masalah menghasilkan hasil belajar siswa , siswa mampu memecahkan masalah (autentik) dan menghasilkan pembelajar yang otonom serta mandiri. Salah satu contoh model pembelajaran berdasarkan masalah terdapat dalam video berikut.

Dengan penggunaan model pembelajaran yang sesuai dengan bahan ajar yang akan disampaikan, kemampuan siswa dapat diasah dan dikembangkan. Bahan ajar atau materiyang disampaikan akan mudah dipahami oleh siswa. Melalui model pembelajaran materi yang disampaikan menjadi lebih efektif dan efisien.

Leave a comment

Belajar yang Baik

Sesuai dengan pepatah “Belajar Merupakan Kunci Keberhasilan”. Belajar adalah memahami, merasakan, mengetahui, mencari, menjelaskan, sehingga dengan belajar orang akan mengetahui segala yang belum diketahui. Untuk bisa pandai dan pintar pastinya harus giat dan tekun belajar. Kadang walaupun kita sudah belajar tetapi hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan.

 

5BC5103EBCE4F0C022CD7E564D7179

 

Bagaimana cara belajar yang baik, efektif, dan tepat ? Kapan waktu yang tepat untuk belajar ? Setiap orang mempunyai karakteristik yang berbeda dalam belajar.

Ada beberapa tips jitu untuk belajar yang baik, efektif, dan tepat. Simak tips berikut ya….

1. Niat dan Motivasi

Berniat dengan sungguh – sungguh dan motivasi merupakan langkah awal yang baik untuk memulai belajar. Yakin dan bersemangat bahwa yang akan kita pelajari akan bermanfaat. Tepiskan rasa ragu – ragu dalam diri kita.

2. Suasana Kondusif

Ciptakan suasana yang kondusif pada saat belajar. Dengan suasana yang kondusif materi yang kita pelajari akan mudah dipelajari. Suasana juga kondusif  meningkatkan konsentrasi belajar.

3. Garis Besar Materi

Sebelum belajar lebih dalam sebaiknya  membaca garis besar terlebih dahulu. Lihatlah semua sub-bab atau ringkasan materi yang akan dipelajari.

4. Disiplin dan Tekun

Belajar sebaiknya tidak menggunakan sistem kebut semalam atau sks. Belajar dengan disiplin pada waktu tertentu lebih baik dibanding dengan sistem sks.  Buat waktu perencanaan belajar yang baik , misalnya setiap malam selama 2-3 jam digunakan untuk mengulang pelajaran yang dipelajari pada saat di sekolah.

5. Rajin Mencatat

Rajin mencatat materi yang diberikan oleh guru. Walaupun sudah ada media belajar seperti buku pelajaran, ppt atau hand out dari guru tetapi biasanya terdapat penjelasan yang lebih rinci dari guru. Catat penjelasan penting yang diberikan oleh guru.

6. Membuat Intisari

Tips ini cukup efektif digunakan menjelang ulangan. Sebelum ulangan buatlah intisari dari materi yang akan digunakan untuk ulangan dengan cara membuat catatan sendiri. Setiap sub-bab mempunyai hal – hal penting atau bagian yang mutlak. Bagian tersebut sebaiknya dibuat catatn sendiri. Atau buatlah peta konsep dari materi yang akan digunakakn untuk ulangan. Ini sangat berguna dan melatih belajar lebih skematis.

7. Bertanya

Apabila ada materi yang susah dipahami jangan sungkan – sungkan bertanya kepada guru atau teman.

Semoga tips ini bermanfaat😀